Wednesday, July 20, 2016

Tax Amnesty, Awal Bangkitnya Pasar Modal dan Perekonomian Indonesia? - Part II


Perlu Anda ketahui, dana repatriasi yang diperkirakan akan mencapai segede 3.500 Triliun, tentu tidak akan didiamkan di perbankan begitu saja. Saat ini, di bawah pemerintahan Bapak Jokowi, Indonesia sedang gencar membangun infrastruktur. Sesuai tujuan pemerintah, dana repatriasi akan banyak didistribusikan, salah satunya untuk pembangunan infrastruktur.

Sehingga, pembangunan infrastruktur yang saat ini sedang gencar2nya dilakukan, akan LEBIH GENCAR dilakukan lagi. Pembangunan infastruktur akan lebih cepat direalisasikan dan seluruh masyarakat Indonesia akan merasakan dampak positifnya. Pembangunan infrastruktur, tentu saja memberikan keuntungan banyak emiten2 infastruktur: Pendapatan meningkat, dan laba meningkat. Pembangunan infrastruktur akan memberikan efek domino bagi emiten2 lain di sektor properti (khususnya sub sektor konstruksi), dan emiten2 di sektor semen. 

Peningkatan pendapatan dari emiten2 sektor infrastruktur, properti, emiten2 sektor semen akan meningkatkan laba emiten2 tersebut. Peningkatan laba artinya, penerimaan pajak yang diterima oleh negara juga akan lebih besar. Meningkatnya penerimaan pajak pada akhirnya, akan meningkatkan perekonomian negara. 

Ketika Indonesia memiliki infrastruktur penunjang yang layak dan semestinya, WNI akan dipermudah dalam melakukan banyak hal, khususnya bisnis. Misalnya: dalam hal jalur distribusi barang. Infrastruktur yang memadai, seperti penambahan jalan tol, perbaikan jalan berpotensi untuk meningkatkan munculnya lapangan pekerjaan. Lapangan pekerjaan akan menyerap lebih banyak tenaga kerja --> Peningkatan tenaga kerja --> Pengangguran turun --> Daya beli masyarakat meningkat --> Ekonomi negara meningkat. 

Selain itu, dana repatriasi yang dikelola oleh perbankan akan disalurkan kembali ke masyarakat dalam bentuk kredit. Kredit itu nantinya akan digunakan untuk bermacam-macam kegiatan, seperti membuka lapangan pekerjaan. Kembali lagi, lapangan pekerjaan akan menyerap lebih banyak tenaga kerja dan pada akhirnya berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Perbankan juga diuntungkan dari menerima bunga kredit yang disalurkan ke masyarakat dan perusahaan. Jadi, pertumbuhan laba sektor perbankan berpotensi besar untuk meningkat.

Dana segede 3.500 Triliun yang akan masuk ke Indonesia, pada akhirnya pasti akan masuk ke pasar modal. So, dengan adanya tax amnesty, IHSG bisa mengalami kenaikan. Kenaikan IHSG means, saham2 di pasar modal juga akan naik. Kenaikan harga saham dapat memberikan cuan bagi trader dan pelipatgandaan aset untuk investor.     

So, kalau boleh saya katakan kebijakan tax amnesty memang merupakan awal bangkitnya pasar modal dan perekonomian negara, namun dampak yang dirasakan adalah dampak jangka panjang, butuh waktu tahunan, bukan berarti dengan disahkannya UU tax amnesty maka perekonomian Indonesia membaik. Bukan begitu.

"Bung Heze, terus kenapa IHSG kok melejit kencang setelah DPR menyetujui tax amensty sampai sekarang?" Tanya Anda

Itu adalah fenomena yang wajar. Yaitu: EUFORIA pasar. Sesuatu yang agak berlebihan. Pelaku pasar modal suka menanggapi sesuatu yang berlebihan dan yang hasilnya "belum pasti". Demikian juga ketika bulan lalu Inggris keluar dari Uni Eropa, IHSG juga langsung jeblok (aksi PANIC SELLING). Padahal, pengaruh Brexit ke Indonesia dampaknya tidak segede pengaruh Brexit pada negara2 Uni Eropa itu sendiri. 

Pelajaran apa yang bisa Anda ambil?

Meskipun harga saham naik tinggi pasca disetujuinya tax amnesty, namun Anda jangan mudah terbawa arus euforia sesaat. Tradinglah sesuai trading plan Anda. Tetap perhatikan sektor2 yang diuntungkan dari tax amnesty, dan sebagai trader jangka pendek, Anda tetap harus paham kapan keluar-masuk pasar. Kapan waktunya profit taking.  

Kebijakan tax amnesty tidak serta merta dapat meningkatkan perekonomian negara begitu saja. Tetap ada banyak hal yang harus "diselesaikan" apabila kita semua ingin tax amnesty memberikan pengaruh yang luar biasa positif bagi pasar modal dan perekonomian Indonesia. 

Diantaranya, tentu saja pemerintah harus memberikan kelonggaran dalam hal kemudahan izin berusaha. Percuma saja dana masuk sebesar 3.500 triliun tetapi tidak didukung dengan kemudahan prosedur izin mendirikan  usaha. Masyarakat yang mendapatkan pinjaman dana dari perbankan, tetap saja harus menggunakan dana tersebut sebaik mungkin, seoptimal mungkin, supaya tercipta lapangan pekerjaan yang mampu menyerap tenaga kerja. Dan meskipun pemerintah sudah menetapkan tema 'pengampunan pajak', tetap saja harus ada kesadaran dari si wajib pajak untuk membayar pajak dengan benar.

Indonesia sejatinya pernah menerapkan kebijakan yang sama sebanyak 2 kali, yaitu tahun 1964 dan 1984, namun hasilnya tidak efektif dan tidak sesuai target. Saat ini, mari kita dukung program ini untuk pasar modal dan perekonomian Indonesia yang lebih baik. 

Monday, July 18, 2016

Tax Amnesty, Awal Bangkitnya Pasar Modal dan Perekonomian Indonesia? Part I

Sejak disahkannya UU tax amnesty pada akhir Bulan Juni 2016, optimisme masyarakat Indonesia, pemerintah dan pelaku pasar modal terhadap perekonomian Indonesia semakin tinggi. Bukti optimisme itu salah satunya adalah kenaikan IHSG yang mampu tembus sampai 5.000, setelah disetujuinya tax amnesty oleh DPR, sampai saat pos ini ditulis. UU tax amnesty mampu mengangkat IHSG pada tanggal 29 Juni 2016, hingga naik 0,95% ke level 4.882,17. Saya pernah menulis pos tersebut: Prediksi IHSG 2016 - Long Term: IHSG Tembus 5.000, Lalu? 

Yang jadi pertanyaan selanjutnya, benarkah tax amnesty merupakan awal bangkitnya pasar modal dan perekonomian Indonesia? Untuk menjawab pertanyaan itu, Anda harus memahami dahulu apa itu tax amnesty. Mengapa muncul tax amnesty? Apa dasar diterbitkannya tax amnesty? Mengapa harus ada tax amnesty? 

Apa itu tax amnesty?

Tax amnesty kalau diterjemahkan = pengampunan pajak. Artinya tax amnesty memberikan penghapusan sanksi dan keringanan bagi wajib pajak. 

Mengapa tax amnesty, apa dasar munculnya tax amnesty, mengapa harus tax amnesty? 

Tax amnesty muncul sebagai respon dari bocornya dokumen Panama Papers. Dalam dokumen tersebut, ternyata juga melibatkan para konglomerat Indonesia dan perusahaan offshore , yang 'melarikan' dananya ke negara tax haven, dalam kasus ini adalah Panama. Oleh karena itu, upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengembalikan dana dari luar negeri ke dalam negeri (dana repatriasi) adalah dengan mengeluarkan kebijakan tax amnesty, melalui persetujuan DPR. Sesuai tujuannya, tax amnesty diharapkan dapat memberikan kesadaran pada wajib pajak yang selama ini menaruh dana negeri dengan tujuan menghindari pajak, untuk kembali membayar pajak di Indonesia, sehingga dapat meningkatkan penerimaan pajak negara. 

Menurut pengampunanpajak.com, perkiraan dana repatriasi tax amnesty sekitar 3.500 triliun. Coba Anda bayangkan, dana segede 3.500 triliun masuk ke Indonesia. Bukankah ini adalah kabar gembira? Tentu tidak hanya sampai disitu. Penerapan tax amnesty secara berkelanjutan dapat menyerap dana penerimaan pajak yang lebih besar daripada biasanya. 

Nantinya, dana repatrasi ini ditampung ke lembaga perbankan (bank2 persepsi) yang ditunjuk oleh pemerintah. Bank2 persepsi yang dipercaya pemerintah untuk mengelola dana repatriasi dari tax amnesty terdiri dari 4 Bank BUMN dan 3 Bank swasta. 4 Bank BUMN itu adalah: BBRI, BBTN, BBNI, BMRI. Sedangkan 3 bank swasta: BBCA, BDMN, BTPN. Karena mendapat dana masuk (pada akhirnya dana tersebut akan memberikan bunga bagi emiten perbankan jika disalurkan kembali ke masyarakat), emiten2 perbankan akan diuntungkan dengan mengelola dana repatriasi. Perhatikan, sejak disetujui UU tax amnesty, saham2 perbankan mengalami penguatan. 

Mengapa dana repatriasi tax amnesty dapat meningkatkan perekonomian negara?  

Silahkan baca Part II: Tax Amnesty, Awal Bangkitnya Pasar Modal dan Perekonomian Indonesia? Part II.

Wednesday, July 13, 2016

Tujuan dan Motif Lain Perusahaan Go Public

Ketika suatu perusahaan tertutup memutuskan untuk "meningkatkan" statusnya menjadi perusahaan terbuka (Tbk) atau go public, perusahaan tersebut pasti memiliki tujuan. Sebagai seorang trader atau investor, pernahkah Anda berpikir, apa yang menjadi tujuan kok perusahaan memilih untuk jadi perusahaan Tbk? Dan apa fungsinya Anda mengetahui tujuan dan motif lain perusahaan beralih menjadi Tbk?

Sudah jelas, semua perusahaan yang ingin go public pasti karena manajemen ingin mendapatkan pendanaan / modal / uang segar dari hasil penjualan saham perdananya ke masyarakat. Biasanya perusahaan membutuhkan pendanaan untuk membayar utang, dan ekspansi, itulah mengapa perusahaan memutuskan untuk go public. Perusahaan yang akan go public dan mencatatkan saham perdananya dan melepas saham ke masyarakat prosesnya disebut dengan Initial Public Offering (IPO).  

Saya rasa semua perusahaan yang memilih go public pasti memiliki tujuan: Memperoleh PENDANAAN. Zaman dahulu, kalau perusahaan butuh duit segar, kebanyakan perusahaan meminjam ke perbankan (ngutang), karena zaman dahulu intrumen pasar modal belum seberapa dikenal. Kalau sekarang, akses pendanaan bisa dilakukan dengan dua cara: Perbankan dan pasar modal. Jadi, jalan alternatif perusahaan untuk mendapatkan pendanaan selain perbankan adalah pasar modal. Perusahaan mendapatkan dana segar dari pasar modal melalui proses IPO, dan bisa juga melalui aksi korporasi lainnya (setelah IPO) seperti right issue. 

Itulah tujuan perusahaan go public. Ujung2nya adalah untuk mendapatkan dana segar. Nah, tapi apakah benar semua perusahaan go public yang jumlahnya 500 lebih memang benar2 memiliki tujuan tersebut? Apakah nggak ada motif lain? Tentu saja ada.. 

Kalau Anda perhatikan, pergerakan harga saham di pasar modal nggak semua likuid. Bahkan, sebenarnya yang likuid cuma puluhan saja. Banyak saham2 gocap, banyak saham2 yang trennya turun terus, banyak saham2 yang polanya nggak karu2-an. Kenyataanya, banyak perusahaan yang laporan keuangannya rugi, utangnya banyak tapi sahamnya masih tercatat di BEI. Dan sudah bisa ditebak, perusahaan2 yang berfundamental jelek / bermasalah, harga sahamnya rata2 anjlok atau jadi saham gorengan. 

Dari kata2 paragraf saya diatas, sudah jelas bahwa ada motif lain tujuan perusahaan yang ingin go public. Lalu apa saja motif2 lainnya?

Pertama. Untuk memperkaya owner / orang penting (dalam) lainnya. Perusahaan melakukan go public bisa saja bertujuan untuk memperkaya owner perusahaan sebagai pemegang saham mayoritas / pemegang saham dalam jumlah besar. 

Saham baru bisa dijual, apabila dilakukan melalui mekanisma transaksi di pasar modal. Dengan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek, para pemegang saham mayoritas berharap harga saham yang mereka pegang naik, sehingga mereka bisa melepas sahamnya sewaktu-waktu dan mendapatkan untung yang besar. Contohnya: Tahun 2007 ketika saham BUMI masih menjadi blue chip, Bakrie menjadi orang terkaya di Indonesia versi majalah Forbes. 

Kedua. Gengsi. Tidak sedikit perusahaan yang go public hanya semata-mata untuk meningkatkan gengsi di mata publik dan pendiri. Intinya adalah: Gengsi. Walaupun demikian, perusahaan yang berstatus Tbk sama sekali tidak menjamin adanya kemudahan perizinan ekspor impor dan sebagainya, dibandingkan perusahaan lainnya yang berstatus non-Tbk. 

Ketiga. Memperkuat reputasi perusahaan di mata publik. Perusahaan Tbk memiliki tuntutan yang lebih besar ketimbang perusahaan non-Tbk. Terutama dalam hal pengungkapan, laporan keuangan yang harus diaudit, kegiatan2 kemasyarakatan (CSR), GCG, dan tanggung jawab lainnya. Perusahaan Tbk memiliki tanggung jawab yang jauh lebih banyak. Oleh karena itu, perusahaan yang memilih untuk berstatus Tbk, biasanya ingin memperkuat reputasi di mata publik, agar diharapkan dengan adanya pengungkapan2 perusahaan maupun kegiatan2 CSR, publik lebih mengagumi perusahaan, lebih mengenal brand perusahaan. Ujung2nya kembali lagi: Perusahaan berharap supaya produk perusahaan lebih dikenal dan akhirnya bisa meningkatkan profit perusahaan.

Jadi, itulah motif2 perusahaan go public. Tidak semua perusahaan go public memiliki tujuan "mulia". Ada yang cuman gengsi saja, ada yang hanya ingin meningkatan kekayaan pemegang sahamnya saja. Perlu Anda pahami, perusahaan setelah go public sama sekali tidak menjamin bahwa kinerja perusahaan akan lebih bagus untuk kedepan. Karena motif perusahaan melakukan go public ada bermacam-macam. Itulah mengapa di pasar modal harga saham yang likuid hanya puluhan saja, meskipun jumlah saham di BEI ada 500 lebih. Bagaimana jika Anda menemukan perusahaan yang menurut Anda bagus, tetapi harga sahamnya malah turun terus? Silahkan baca pos saya: Perusahaan OK, Kok Sahamnya Anjlok?

Saturday, July 09, 2016

Prediksi IHSG 2016 - Long Term: IHSG Tembus 5.000, Lalu?

Selamat Hari Raya Idul Fitri 2016 Bagi Saudara-saudara Muslim. Mohon Maaf Lahir dan Batin.

IHSG tahun 2016, setidaknya sampai pos ini ditulis, Hari Raya Idul Fitri (libur Bursa), sudah mampu tembus angka psikologis 5.000. Walaupun pada akhirnya IHSG ditutup turun ke level 4.900-an. Namun, pada paroh pertama di tahun 2016 ini, saya sebagai trader dan pengamat pasar melihat banyak hal menarik yang terjadi di Bursa saham Indonesia. Dan tentunya, atas dasar pergerakan IHSG inilah, saya bisa memprediksi arah pergerakan IHSG kedepan, dan sektor2 yang terpengaruh.

Tahun 2016, pergerakan IHSG sejatinya kurang ceria. Dimulai dari Januari 2016, yang pada umumnya pada awal tahun IHSG hampir selalu naik. Apalagi kalau bukan ada January Effect. Namun, untuk tahun 2016 ini, January Effect rasa2nya nggak ngefek. Kita pernah membahas di pos ini: January Effect 2016: Nggak Ngefek? Tahun ini, january effect seakan tertutup oleh banyaknya sentimen negatif, terutama kekhawatiran mengenai perlambatan pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang turut menekan Bursa saham Asia, termasuk Indonesia. 

Walaupun demikian, kalau diakumulasi sepanjang January - April IHSG berada dalam tren naik. Berikut adalah pergerakan IHSG January-April 2016.


Pada 4 January 2016, IHSG ditutup di 4.525,91. Dan Bulan April, tepatnya 22 April 2016 IHSG mampu mencapai 4.917. Kenaikan pergerakan IHSG beberapa diantaranya didukung oleh kenaikan pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2015 yang berada jauh diatas ekspektasi. Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal IV 2015 berada di angka 5,04%. Salah satu faktor lainnya adalah dikeluarkannya paket kebijakan ekonomi yang dapat menguntungkan sektor konstruksi. 

Namun, kalau Anda perhatikan lebih dalam, IHSG kita sempat berada dalam trendless / sideways. Kondisi ini merupakan kondisi yang 'kurang enak' untuk para trader dan investor, karena pada masa-masa itu (tepatnya pada akhir April - minggu ketiga Juni 2016). Dimana IHSG selalu bergerak pada rentang 4.700-4.890. Nggak pernah naik 4.900 dan jarang sekali turun dibawah 4.700. 



Perhatikan grafik diatas (yang saya beri tanda persegi). IHSG bergerak trendless. Pada masa2 ini, pasar saham Indonesia tidak mendapatkan banyak sentimen positif yang mampu mengangkat IHSG untuk naik.  

Belum lagi, ada sentimen Sell on May and Go Away, meskipun sentimen ini bukanlah patokan utama dalam meraih cuan di pasar saham. IHSG juga sempat anjlok 1%, lebih dalam sehari tepatnya ketika pertumbuhan ekonomi kuartal I 2016 jauh diluar ekspektasi, yang hanya mampu mencatakan 4,92% (turun dari kuartal 4 2015 sebesar 5,04%), dan menimbulkan kekhawatiran pasar dalam jangka pendek. Kita pernah membahas tulisannya di pos ini: IHSG dan Pertumbuhan Ekonomi. Walaupun demikian, fluktuatifnya pergerakan IHSG merupakan peluang akumulasi bagi investor dan trader.

Puncak gejolak dan fluktuatif pergerakan IHSG pada paroh tahun 2016, terjadi ketika terjadi isu Brexit (Britain Exit): Apakah Inggris akan keluar dari Uni Eropa atau tetap bertahan di Uni Eropa. Referendum 23 Juni 2016, akhirnya memutuskan bahwa Ingrris keluar dari Uni Eropa sebanyak 51,9% berbanding 48,1% yang menginginkan Inggris tetap bertahan. Karena itu, pada tanggal 24 Juni 2016, IHSG sempat tertekan hingga turun 2% lebih.

Pasca Brexit, pasar saham Indonesia kembali mendapatkan angin segar, berupa kebijakan tax amnesty (pengampunan pajak). Tentu saja, kebijakan tax amensty muncul sebagai akibat dari terbongkarnya panama papers, yang ternyata juga melibatkan para pejabat dan orang2 kaya di Indonesia. Tax amnesty berpotensi menyerap dana repatriasi yang selama ini dananya 'lari' ke luar negeri. Dan diharapkan dana repatriasi ini nantinya dapat meningkatkan kembali  penerimaan negara. Pemerintah berencana untuk menggunakan dana repatriasi, salah satunya untuk pembangunan infrastruktur. 

Penetapan RUU tax amnesty mampu mengangkat IHSG pada tanggal 29 Juni 2016, naik 0,95%, naik ke level 4.882,17. Dan sampai saat pos ini ditulis, IHSG sudah mampu tembus ke 5.000. Rupanya sentimen positif dari tax amnesty terus berlanjut, yang ditandai dengan tembusnya level psikologis 5.000. Sektor properti belakangan ini jugamencatakan kenaikan harga saham yang cukup signifikan. Pehatikan saham2 properti dan konstruksi seperti WIKA, PPRO, ASRI, PWON, LPKR. Adanya penurunan suku bunga KPR turut memberikan angin segar bagi sektor properti. Sudahkah Anda profit?

BAGAIMANA PREDIKSI IHSG KEDEPAN?

Mengingat IHSG sudah tembus level psikologis 5.000, dan mulai muncul sedikit banyak sentimen positif, IHSG kedepan diprediksi akan mampu mencapai paling tidak IHSG bisa mencapai 5.480-5.500, yang merupakan resisten puncak 2015. Seperti yang pernah saya bahas disini: Prediksi IHSG 2016. 

IHSG dalam jangka pendek masih rentan koreksi, namun secara akumulatif pergerakan IHSG akan berada dalam teritori uptrend. Namun, apa yang saya katakan sifatnya masih sebatas PREDIKSI. Dengan catatan, pemerintah mampu memaksimalkan dana repatriasi, dan memaksimalkan kebijakan2nya, IHSG diprediksi akan bergerak naik sesuai harapan. Namun jangan lupa, sentimen2 dari luar negeri seperti data pertumbuhan ekonomi Tiongkok juga berpotensi "mengancam" pergerakan IHSG jangka pendek. So, ketika IHSG berada dalam teritori uptrend, Anda juga harus tetap waspada, jangan trading tanpa perencanaan, jangan mudah terbawa euforia pasar.

SEKTOR-SEKTOR SAHAM YANG PROSPEK UNTUK MID-LONG TERM

Saya pribadi sangat merekomendasikan sektor PROPERTI dan PERBANKAN. Namun, karena kebijakan2 pemerintah, seperti suku bunga KPR, pembangunan infrastruktur dan tax amnesty berdampak besar pada sektor properti dan sub sektornya konstruksi, maka saya lebih prefer ke sektor properti. Perhatikan kenaikan sektor property selama 6 bulan (Januari - Juni 2016). 


Sektor2 properti yang cukup bagus adalah: PWON (mid term), LPKR (mid term), PPRO (long term), ASRI (short term), WIKA, WSKT. Sedangkan saham2 perbankan yang tampak mulai bergerak naik, diantaranya adalah BBNI, BBRI, BJBR. Saham2 perbankan ini saya perkirakan masih bagus Anda simpan untuk mid-term. 

PWON saat ini bergerak naik menembus level 600. PWON terlihat bergerak di kisaran harga 590-630. Bagi Anda yang ingin short term trading, PWON sangat bagus untuk ditradingkan jangka pendek. Bisa Buy PWON di harga 590-605. TP: 625-635. PWON secara mid-term, memiliki peluang untuk naik dan menguji level psikologi 650. Perhatikan grafik PWON yang sedang berada dalam teritori uptrend. 



PPRO: masih bagus untuk long-term. PPRO terus saja naik sampai menembus 500. PPRO menguji angka psikologi 550. PPRO diprediksi masih akan melanjutkan pola uptrednnya, yang didukung dengan kenaikan laba berturut-turut saat kondisi ekonomi global lesu. Salah satu saham BUMN masih bagus untuk jangka panjang. Harga saham PPRO masih tergolong "murrah". Induk usahanya, PTPP harga sahamnya sudah mencapai 3.800-4.000-an. PTPP yang pada awal melantai di Bursa, harga sahamnya masih sekitar 500-600. Artinya, melihat pola teknikal PPRO, kemungkinan besar harga saham PPRO akan mengekor mengikuti induknya.


LPKR mampu menembus level psikologis 1.000 dan menembus 1.100. LPKR berada dalam teritori uptrend. Trend LPKR memungkinkan untuk ditradingkan secara mid-term, dengan target 1.200-1.270. 



ASRI: Harga saham ASRI bagus untuk di tradingkan short term. ASRI pada grafik tampak mengalami koreksi pendek, setelah harga saham 500, tidak mampu tembus.  Berdasarkan grafik, ASRI ada potensi koreksi ke 450. Harga saham ASRI mengalami kenaikan dari harga 380 hingga 500. ASRI masih berada pada teritori uptrend. ASRI bagus untuk ditradingkan jangka pendek (dibawah 1 minggu). ASRI diperkirakan akan bergerak di area 450-500. Manfaatkan momen jangka pendek untuk dapat cuan. 



WIKA: WIKA mulai bergerak naik setelah jatuh ke harga 2.200. WIKA mulai naik hingga 2.880. WIKA menguji level psikologis 3.000. Harga WIKA all history tertinggi 3.400. Mid-term, WIKA diperkirakan mampu menembus level psikologis 3.000.


Friday, July 08, 2016

Panduan Belajar Analisis Teknikal Saham/ Forex

Bagi Anda yang membutuhkan panduan belajar analisis teknikal, mulai dari belajar candlestick, mempelajari garis support dan resisten, membaca indikator2 yang sering digunakan di pasar saham maupun forex, Anda bisa mempelajarinya melalui website Saham Gain. Silahkan Anda membaca pos2 saya mengenai analisis teknikal, sesuaikan sendiri dengan kebutuhan Anda. 

Membaca Indikator Saham dan Forex
Cara Menggunakan Fibbonaci Retracement (Belum terbit.. coming soon)

Belajar Candlestick

Garis Support dan Resisten

Uptrend, Downtrend dan Sideways

Dasar, Prinsip, dan Pemahaman Analisis Teknikal

Cara Menggunakan Indikator Bollinger Bands

Indikator Bollinger Bands (BB) adalah indikator lagging yang diciptakan oleh John Bollinger. Jika Anda belum memahami istilah indikator lagging, silahkan baca: Analisis Teknikal: Indikator Leading Vs Indikator Lagging.  Indikator BB digunakan untuk mengukur volatilitas pasar, minat pelaku pasar terhadap suatu saham. Indikator BB juga bisa digunakan untuk menentukan tren harga saham. Indikator BB terdiri 3 garis utama: Upper band, middle band dan lower band. Apa kegunaan ketiga garis tersebut?


Cara menggunakan indikator BB: Middle band tidak lain adalah garis moving average (MA). Itulah mengapa indikator BB juga bisa berfungsi untuk mengukur tren harga saham. Sedangkan upper band dan lower band, dan juga middle band itu sendiri  digunakan untuk mengukur volatititas pasar. Jarak antar band yang semakin besar, menunjukkan volatilitas yang semakin besar. Jika indikator BB menunjukkan jarak yang semakin lebar, artinya minat pelaku pasar terhadap suatu saham semakin tinggi. Ketika indikator BB menunjukkan jarak yang semakin sempit dan atau datar, artinya minat pelaku pasar terhadap suatu saham semakin kecil.  


Perhatikan gambar diatas. Pada saat garis BB menyempit (minat pasar rendah), biasanya diikuti dengan penurunan harga saham. Dan Ketika garis BB melebar (minat pasar tinggi), akan diikuti pula dengan kenaikan harga saham. Garis BB yang menyempit mengindikasian bahwa minat pasar terhadap saham tersebut sedang sepi, sehingga harga cenderung bergerak datar. Sedangkan, ketika garis BB melebar, artinya minat pasar sedang ramai. Biasanya, kenaikan harga saham secara drastis setelah keluar dari tren sidewaysnya, akan diikuti dengan garis BB yang melebar. Hal tersebut mengindikasikan adanya minat pelaku pasar yang besar. 

Indikator BB lebih digunakan sebagai "alat bantu" untuk melihat tren saham dan arah minat pelaku pasar. 


Membeli dan Menjual Saham Menggunakan Indikator BB




Ketika indikator BB mulai melebar dengan dukungan kenaikan harga saham, maka hal tersebut menandakan saham tersebut sedang "ramai", sehingga Anda bisa mulai entry (buy) pada saat terjadi kenaikan harga saham, yang disertai dengan indikator BB melebar. Biasanya, indikator BB mulai jelas terlihat melebar ketika harga saham breakout dari harga sidewaysnya, atau dari tren turunnya. Perhatikan grafik saham INDY diatas. Saham INDY tampak sideways (tanda kotak), ketika harga saham breakout dari tren sidewaysnya, garis BB tampak melebar.

Fungsi garis MA pada BB



Seperti pemaparan diatas, indikator BB terdiri 3 garis utama: Upper band, middle band dan lower band. Middle band garis BB adalah garis Moving Average (MA). Penggunaan garis MA pada BB sama dengan cara menggunakan indikator MA. Silahkan baca: Cara Menggunakan Indikator Moving Average. Ketika candle memotong garis MA keatas, harga saham akan rebound, dan juga sebaliknya. Perhatikan tanda panah biru, ketika candle memotong garis MA dari atas, hal tersebut adalah indikasi harga saham akan mengalami koreksi.  

Karena indikator BB sifatnya adalah sebagai "alat bantu" untuk menentukan tren dan minat pasar, ada baiknya penggunaan indikator BB dikombinasikan dengan indikator lainnya. 

Thursday, June 30, 2016

Virtual Trading Begitu Mudah Profit, Begitu Trading Beneran.......

Pernahkah Anda melakukan virtual trading (demo trading), sebelum Anda benar2 melakukan trading beneran? Sebagian besar pemula di kalangan dunia persahaman sudah pernah mencicipi virtual trading.

[Catatan: Virtual trading adalah trading yang dilakukan tidak menggunakan uang sungguhan alias menggunakan dana virtual, dan karena tidak pakai dana beneran, saham yang dibeli juga hanyalah catatan diatas kertas/ demo, namun tetap menggunakan situasi market secara riil.]

Para trader seringkali mendapatkan "cuan" yang besar dalam waktu yang cepat dari aktivitas virtual trading. Bahkan para pemula yang baru saja belajar saham, waktu disuruh virtual trading ternyata bisa dapat "cuan" banyak. Trader yang bisa dapat "cuan" besar dari aktivitas virtual trading, seringkali merasa sangat percaya diri ketika trading di pasar saham riil. Tidak jarang para newbie yang akhirnya merasa dirinya seolah-olah sudah pintar dan hebat mengeksekusi pasar. 

Tapi begitu trading pakai modal beneran... Bukannya untung malah buntung... Bukannya profit gede malah profit pas-pasan. Nah, kenapa ya kok bisa begitu?

Situasi dan kondisi virtual trading dengan trading beneran sangatlah berbeda. Terutama dalam hal PSIKOLOGIS. Virtual trading memberikan Anda rasa free. Mengapa demikian? Karena Anda trading pakai uang2-an. Kalau Anda untung, meskipun untung puluhan juta, uangnya ya nggak bisa Anda gunakan untuk apa2. Sebaliknya, kalau Anda rugi toh juga nggak ada efeknya, kan nggak pakai uang beneran?

Sedangkan kalau Anda sudah trading sungguhan, Anda mempertaruhkan dana Anda di saham. Dana Anda ibarat nyawa. Selama masih ada nyawa, Anda tetap bisa hidup. Selama masih ada dana, Anda tetap bisa trading. Nah, kalau udah nggak ada nyawa (modal) gimana? Kan nggak bisa trading lagi? Karena pakai modal beneran, pasti akan ada rasa fear and greed. Silahkan Baca postingan: Psikologi Pasar Saham: Empat Tahapan Penting. Baca juga: Psikologi Pasar: Fear And Greed (Part I) (Baca sampai Part III).

Kalau IHSG naik, saham Anda naik akan ada kecenderungan untuk jadi serakah (greed). Kalau IHSG turun, saham Anda turun, akan ada kecenderungan untuk jadi takut dan panik (fear). Inilah yang membedakan trading pakai uang dengan trading pakai "uang". Kalau pakai "uang", Anda mau untung atau rugi segeda apapun nggak akan ada pengaruhnya. Inilah mengapa kalau trading di pasar beneran akan sangat berpengaruh pada psikologis Anda. 

Di pasar virtual, Anda bisa meraup untung besar. Tapi, jangan harap Anda bisa mendapatkan hal yang sama pada saat Anda trading beneran. Jadi, ingatlah: TRADING VIRTUAL SITUASINYA JAUH BERBEDA DENGAN TRADING BENERAN.  

"Nah terus, berarti latihan pakai virtual trading itu nggak penting dong Bung Heze?" Tanya Anda.  

Anda jangan terlalu cepat menyimpulkan demikian. Trading pakai akun virtual itu SANGAT PERLU, terutama untuk pemula yang baru memutuskan akan trading di pasar saham. Atau sangat berguna untuk Anda yang sudah mengalami kerugian besar, kemudian Anda mau bangkit lagi, alangkah baiknya kalau Anda melakukan recovery dengan berlatih dahulu pakai akun virtual.

Jadi, kegunaan Anda melakukan virtual trading adalah untuk BERLATIH. Berlatih untuk apa? Untuk membaca kondisi pasar, untuk membaca situasi market, untuk memahami pergerakan harga saham dan teknikalnya, untuk membiasakan diri Anda melihat pasar. Ibarat Anda mau lomba menyanyi. Bagaimana mungkin Anda bisa menang lomba menyanyi dengan ditonton oleh ratusan orang, kalau Anda tidak berlatih dahulu? Berlatih menyanyi sendiri, berlatih saat nggak ada siapa2. Itulah ibarat perlunya virtual trading untuk Anda.

"Jadi, Bung Heze apa sebenarnya inti dari pos ini?" Timpal Anda.   

Ada dua hal penting yang ingin saya sampaikan kepada Anda, dan poin2 ini sekaligus meluruskan persepsi banyak para pemula yang selama ini salah besar. 

Pertama. Virtual trading bukanlah sebagai ukuran seberapa besar Anda bisa meraup profit, dan Anda umpamakan profit tersebut akan terjadi di pasar riil saat Anda mempertaruhkan dana Anda. Saya ulangi sekali lagi: Virtual trading bukanlah sebagai ukuran seberapa besar Anda bisa meraup profit, dan Anda umpamakan profit tersebut akan terjadi di pasar riil saat Anda mempertaruhkan dana Anda.

Jadi, profit yang Anda dapatkan di virtual trading nggak ada hubungannya sama sekali dengan pasar riil saat Anda sudah menyuntikkan modal. Pada virtual trading, Anda trading pakai "uang". Sedangkan pada pasar sungguhan, Anda trading pakai uang. Kondisi psikologi akan sangat berbeda. 

Lalu, apa tujuan dari virtual trading? Kembali lagi Anda baca beberapa paragraf sebelumnya, bahwa virtual trading bertujuan untuk membaca kondisi pasar, untuk membaca situasi market, untuk memahami pergerakan harga saham dan teknikalnya, untuk membiasakan diri Anda melihat pasar

Kedua. Kalaupun Anda bisa "profit" gede saat virtual trading, Anda jangan sok pintar dan jangan sok hebat. Apalagi sampai pamer2 kalau Anda sudah merasa bisa trading. Mindset demikian dapat menghancurkan Anda ketika Anda trading di pasar sungguhan, pakai dana sungguhan, beli saham sungguhan.  Karena ketika Anda sudah merasa sok2-an dan ternyata apa yang terjadi sama sekali tidak sesuai, dijamin Anda bakalan luar biasa stress..