Wednesday, June 22, 2016

Analisis Teknikal: Indikator Lagging vs Indikator Leading

Indikator dalam analisis teknikal ada beragam jenis, sangat banyak bahkan jumlahnya bisa puluhan. Indikator dalam analisis teknikal tidak sama dengan pola. Kalau pola, berarti Anda belajar candlestick, candlestick yang  membentuk rangakaian pola tertentu dalam sebuah tren (seperti triple tops, duoble tops dan lain-lain). Sedangkan indikator tidak lain adalah grafik dan volume. Kalau Anda sering melihat grafik2 untuk menganalisis teknikal, itulah yang disebut sebagai indikator. 

Indikator yang akan saya bahas di pos ini, sebenarnya terbagi menjadi indikator lagging dan indikator leading. Apa yang membedakan keduanya? Mari kita bahas satu per satu.

Indikator lagging

Sesuai namanya, kalau diterjemahkan lag = terlambat. Berarti indikator lagging adalah indikator yang terlambat dalam memberikan sinyal beli dan sinyal jual. Artinya, indikator lagging berada di belakang pergerakan harga, itulah mengapa dikatakan sebagai indikator yang terlambat. Indikator lagging paling efektif digunakan ketika saham tertentu sedang membangun tren yang kuat. Pada saat terjadi trendless / sideways, indikator lagging tidak seberapa berguna. Contoh dari indikator lagging adalah moving average, MACD, bollinger band.

Mengapa dikatakan indikator yang terlambat atau dibelakang pergerakan harga? Saya berikan contoh moving average. Jika Anda menggunakan MA 15, maka MA 15 terdiri dari rata2 pergerakan harga saham selama 15 hari kebelakang. Itu artinya, MA aka berada di belakang pergerakan harga. Kalau Anda tidak percaya, garis moving average akan selalu mengikuti pergerakan dsari candlestick. Jika candlestick naik, MA ikut naik, jika candlestick turun MA biasanya cenderung ikut turun. Sinyal buy yang bagus dari MA adalah ketika candle memotong garis MA dari bawah atau kedua garis MA membentuk golden cross. Namun biasanya sinyal tersebut cenderung terlambat. Harga saham naik agak banyak, MA baru memberikan sinyal rebound. 

Sehingga, indikator lagging lebih banyak digunakan untuk melihat dan menentukan tren pergerakan harga saham, cenderung bullish atau bearish. MA banyak digunakan oleh para analis, para pakar, saya dan mungkin Anda untuk menentukan tren / momentum harga saham yang sedang berlangsung, karena sifatnya yang terlambat. Sedangkan, indikator leading yang akan saya bahas selanjutnya, cenderung digunakan untuk menentukan sinyal jual dan beli.

Indikator leading

Indikator leading berarti kebalikan dari lagging. Leading = memimpin. Berarti indikator leading adalah indikator yang mendahului pergerakan harga saham. Dengan kata lain leading, berarti indikator ini memberikan sinyal buy atau sell yang lebih awal. Contoh dari indikator leading adalah: stochastic oscillator, relative strengh index, williams%, volume, relative volatility index, momentum dan indikator2 lainnya. Secara umum, indikator leading jumlahnya lebih banyak ketimbang indikator lagging. 

Mana yang lebih bagus, lagging atau leading?

Yang paling bagus sebenarnya adalah ketika Anda bisa mengkombinasikan keduanya. Silahkan simak pos saya: Cara Memilih Indikator Analisis Teknikal Terbaik Part I (Belum Terbit.. Coming Soon).   

Prinsip-prinsip Dasar Analisis Teknikal

Ketika Anda melakukan trading, maka sudah seharusnya dan selayaknya Anda menggunakan analisis teknikal sebagai dasar keputusan untuk membeli dan menjual saham. Namanya juga analisis teknikal, artinya kebanyakan dari para teknikalis, saya dan Anda akan cenderung trading (bukan investasi) jangka pendek, rentang waktu harian - mingguan saja. Untuk lebih jelasnya silahkan baca pos berikut: Cara Menganalisis Suatu Saham. 

Sebelum Anda mempelajari lebih banyak tentang candlestick dan grafik, Anda perlu memahami prinsip-prinsip dasar analisis teknikal. Di pasar saham, terdapat 3 (tiga) prinsip dasar analisis teknikal yang menjadi dasar mengapa harga bergerak naik dan turun. Ketiga prinsip tersebut adalah sebagai berikut.

Pertama. Market price discount everything (Kejadian di pasar menggambarkan segalanya).

Prinsip pertama ingin menekankan pada Anda bahwa semua peristiwa bisa sangat berpengaruh terhadap harga saham. Baik dari segi fundamental, ekonomi dan faktor2 lainnya. Seluruh kejadian di pasar menggambarkan reaksi dari semua kejadian yang bisa mempengaruhi pergerakan harga saham. 

Pergerakan harga saham terjadi karena adanya permintaan dan penawaran. Sehingga dengan dasar hukum tersebut, apabila jumlah penawaran (offer) lebih banyak dibandingkan permintaan (bid), maka harga saham akan bergerak turun dan sebaliknya jika permintaan lebih besar ketimbang penawaran, harga saham akan cenderung bergerak naik.

Kedua. Price moves in trend (Harga bergerak mengikuti tren).

Prinsip kedua ingin menekankan pada Anda bahwa harga saham akan selalu bergerak mengikuti tren/ pola tertentu, dan pola pergerakan harga saham akan terus berlanjut sampai terdapat tanda2 tren tersebut akan berhenti atau berbalik arah. 

Contoh dari prinsip kedua, saya ambil satu saham yaitu saham WTON. Perhatikan grafik saham WTON dibawah ini. 



Sejak melantai di Bursa saham tahun 2014, harga saham mengalami kenaikan drastis dari harga 700 menjadi 1.400 menuju puncak resisten tertinggi (lihat garis merah). Kenaikan harga saham WTON dikarenakan secara fundamental, laporan keuangan  WTON memiliki prospek yang cerah, ditambah adanya program pemerintah untuk meningkatkan kualitas infrastruktur dan pembangunan, yang membuat WTON terkena dampak positifnya. WTON adalah satu2 emiten yang baru pertama kali melantai di Bursa sudah bisa masuk index papan utama. WTON terus saja membentuk uptrend. 

Namun, setelah harga mencapai puncak 1.400 WTON malah anjlok, dan berbalik ke harga 1.o00 (lihat garis biru). Mengapa WTON kok tidak melanjutkan uptrendnya, jika bukan karena ada berita buruk makro maupun mikro yang bisa menyebabkan WTON anjlok. Beberapa bulan setelah kenaikan drastis WTON, target pertumbuhan ekonomi Indonesia jauh dari kata memuaskan, ekonomi jatuh, harga semen terus bersaing dan turut menggerus laba WTON Kuartal I 2015.  

Prinsip teknikal kedua ini trend following trader, seperti saya yang cenderung lebih mengikuti sebuah tren harga saham untuk mendapatkan cuan. Dan menjual ketika saham akan koreksi atau ada berita2 buruk. Prinsip kedua juga mengajarkan pada Anda bahwa: Never Fight With Trend (jangan pernah melawan tren). Karena prinsip kedua menekankan bahwa tren harga saham tersebut menunjukkan sikap dan psikologis para pelaku pasar atas suatu harga saham. Anda tidak akan pernah menang melawan pasar, karena pasar digerakkan oleh banyak sekali orang dengan berbagai kepentingan.

Ketiga. History repeat itself (sejarah akan terulang).

Prinsip ketiga ingin menekankan pada Anda bahwa pergerakan harga saham di masa lalu akan cenderung terjadi secara berulang, sehingga dapar menjadi acuan bagi seorang trader untuk mengambil keputusan trading. 

Contoh dari prinsip ketiga ini adalah: Harga saham yang memiliki support kuat (harga support yang sering tersentuh), ketika harga saham koreksi, maka harga saham akan cenderung turun ke harga support kuatnya. Itulah yang dinamakan dengan history repeat itself.  

Mengapa hal demikian bisa terjadi? Hal tersebut dikarenakan adanya psikologi pasar, yaitu manusia akan cenderung memberikan reaksi yang sama terhadap masalah yang sama, sehingga segala sesuatu yang pernah terjadi di masa lalu yang tercermin dari pergerakan harga saham historis, akan cenderung terulang di masa mendatang. Harga saham di pasar modal seringkali cenderung menggambarkan pola pergerakan harga yang cenderung berulang. 

Tuesday, June 21, 2016

Memanfaatkan Situs WWW.IDX.CO.ID

Ketika Anda sedang mencari laporan keuangan perusahaan, ketika Anda sedang mencari informasi mengenai berita2 emiten yang akurat, ketika Anda ingin mencari perusahaan2 sekuritas di kota Anda, ketika Anda ingin mencari informasi2 perusahaan yang terkena suspensi dan Unusual Market Activity (UMA), ke mana Anda mencari sumber informasi tersebut? 

Sebenarnya untuk mencari informasi2 tersebut tidaklah sulit. Anda tinggal membuka situs www.idx.co.id. Sebagai seorang pemula saham atau sebagai pemain lama, sebagai pencari informasi pasar modal, sudahkah Anda memanfaatkan situs IDX? IDX kependekan dari Indonesia Stock Exchange atau Bursa Efek Indonesia (BEI). Kalau Anda membuka situsnya, berikut tampilan halaman depan (home) dari situs IDX. 



Di situs IDX, Anda bisa mendapatkan banyak informasi. Tujuan BEI membuat situs ini memang supaya Anda bisa mengakses informasi2 yang dibutuhkan terkait dunia persahaman. Sayangnya, masyarakat Indonesia tidak banyak yang tahu tentang situs IDX. Kalaupun tahu, masih banyak yang belum memahami informasi2 berharga yang disediakan situs IDX. 

Silahkan Anda menjelajahi isi dari situs IDX, saya mungkin tidak memberikan panduan 100% tentang isi situs IDX. Situs IDX sangat bermanfaat bagi Anda yang menekuni dunia pasar modal. Namun kalau Anda ingin membaca beberapa pos saya yang membahas situs IDX, Anda bisa membacanya disini: Arti dan Ilustrasi Suspensi Saham BEI. Jika Anda ingin mencari daftar kantor sekuritas yang ada di kota Anda, Anda bisa baca pos: Cara dan Teknis Membuka Rekening Saham.

Tidak menutup kemungkinan, pada bahasan pos2 web Saham Gain, akan saya tambahkan beberapa cara mencari data2 informasi seputar saham yang diperlukan melalui situs IDX.  




Monday, June 20, 2016

Cara Menganalisis Suatu Saham

Jika Anda ingin membeli saham A di harga Rp1.000, apa yang menjadi dasar keputusan Anda membeli saham tersebut?

Inilah yang akan saya bahas di pos ini: Cara menganalisis suatu saham. Keputusan jual beli saham seharusnya didasari oleh suatu analisis yang logis, bukan hanya sekedar menebak tanpa arah, menebak tanpa melihat. Jika Anda ingin menganalisis suatu saham untuk memutuskan apakah saham tersebut layak dibeli atau tidak, maka ada tiga pendekatan analisis yang umumnya digunakan, yaitu:

Pertama: Analisis teknikal. Analisis teknikal adalah analisis yang digunakan untuk memprediksi harga saham menggunakan data historis, seperti informasi harga, volume, candlestick dan grafik. Pada umumnya, analisis teknikal digunakan untuk para pelaku pasar yang ingin bermain saham jangka pendek (dibawah 1 tahun). Pengguna analisis teknikal yang bermain / trading jangka pendek dinamakan dengan trader. Analisis teknikal yang kebanyakan menekankan pada fungsi chart dalam penggunaannya, bahkan biasanya digunakan para trader hanya rentang waktu beberapa hari saja. 

Apakah analisis teknikal tidak bisa digunakan untuk jangka panjang? Bisa. Namun saya tidak akan membahas bagaimana cara investasi menggunakan analisis teknikal untuk jangka panjang, karena saya bukan ahlinya. 

Ada banyak sekali analisis teknikal yang bisa Anda pelajari. Misalnya mempelajari candlestick, stochastic oscillator, moving average, relative strengh index dan lain-lain. Jika Anda butuh pemahaman lebih banyak mengenai analisis teknikal, web Saham Gain ini nantinya akan banyak membahas analisis teknikal. Jika Anda ingin belajar banyak mengenai strategi trading dan analisis teknikal, Anda bisa mendapatkan bukunya disini: Buku Saham. 

Kedua. Analisis fundamental. Analisis fundamental menitikberatkan pada analisis yang mempelajari laporan keuangan perusahaan, prospek perusahaan untuk jangka panjang, kondisi perusahaan dan hal-hal lainnya yang berkaitan dengan kinerja perusahaan di masa mendatang. Jadi, analisis fundamental digunakan untuk investasi jangka panjang. Pengguna analisis fudnamental disebut investor. 

Karena analisis fundamental adalah investasi, artinya kalau Anda mau investasi Anda harus menyimpan saham untuk jangka panjang dan tidak terburu untuk menjual saham yang Anda pegang. Fundamental tidak akan terpengaruh fluktuasi harga seperti layaknya seorang analis teknikal. 

Berarti apakah analisis fundamental mengabaikan analisis teknikal? 

Tentu saja tidak. Ada kalanya seorang fundamentalist melihat grafik pergerakan harga saham. Lebih tepatnya melihat TREN. Seorang fundamentalist bisa saja membeli saham untuk jangka panjang ketika kinerja perusahaan kedepan prospek dan secara tren, harga saham sedang terdiskon. Namun, seorang fundamentalist tetap melihat kedepan dalam membeli sebuah perusahaan, tidak melihat tren jangka pendek.

Ketiga. Analisis behaviour dan analisis lain-lain. Analisis lain2 artinya analisis diluar analisis teknikal dan fundamental. Misalnya: Anda membeli saham berdasarkan bid-offer. Anda membeli saham dengan melihat running trade (analisis behaviour). Dan lain2 yang intinya bukan bagian dari analisis teknikal dan fundamental. Analisis lain2 ada baiknya Anda gunakan dan Anda meng-kombinasikannya dengan analisis teknikal. 

Jadi, jika Anda ingin membeli saham untuk jangka pendek, rentang waktu harian - mingguan, Anda sangat memperhatikan fluktuasi harga, Anda harus mempelajari analisis teknikal, bukan mempelajari laporan keuangan perusahaan atau prospek perusahaan beberapa tahun mendatang. Pendekatan ini baru digunakan jika Anda berniat untuk menjadi seorang investor saham, yang berani hold saham untuk jangka waktu yang cukup panjang. Mencetak profit dari analisis teknikal dan tips2 fundamental, bisa Anda dapatkan dan pelajari disini: Buku Saham. Jika Anda membaca pos saya ini, ada baiknya Anda juga membaca pos: Menjadi Trader atau Investor Saham? - Part I. Baca juga:  Menjadi Trader atau Investor Saham? - Part II.

Sunday, June 19, 2016

Jam Trading Bursa Saham Indonesia

Layaknya sebuah toko, pasar saham di Indonesia memiliki jam buka pasar sendiri alias jam perdagangan Bursa. Banyak para pemain awam saham yang mengira jam perdagangan di Bursa saham 24 jam. Padahal tidak demikian. Jam perdagangan yang 24 jam adalah pasar valas (forex), sedangkan jam perdagangan pasar saham tidak 24 jam penuh. Jam perdagangan Bursa saham dibagi menjadi 3 pasar, yaitu pasar reguler, pasar tunai dan pasar negosiasi. Jika Anda belum memahami jenis2 pasar, silahkan baca pos: Pasar Reguler, Pasar Negosiasi dan Tunai di Bursa Saham. 

Pertama, saya akan menjelaskan mengenai jam perdagangan di pasar reguler. Jam perdagangan pasar reguler inilah yang wajib Anda pahami, karena aktivitas trading sehari-hari Anda selalu dilakukan di pasar reguler. Berikut adalah tabel jam perdagangan Bursa saham yang diterapkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).

PASAR REGULER



Jam utama perdagangan Bursa saham di pasar reguler adalah mulai hari senin sampai dengan jumat. Hari sabtu dan minggu Bursa saham tutup. Hari senin-kamis dimulai dari jam 09.00-12.00. Dan sesi II pukul 13:30-15:49:59. Pada hari jumat terdapat sedikit perbedaan jam trading. Pada hari Jumat sesi I hanya sampai dengan 11:30. Sedangkan sesi II dimulai kembali baru pukul 14:00. Sekedar perlu Anda ketahui, per 2 Januari 2013 jam perdagangan Bursa dimulai pukul 09.00. Sebelum 2 Januari 2013, jam perdagangan Bursa dimulai pukul 09.30.

Jadi diluar jam tersebut Anda tidak bisa melakukan aktivitas trading, baik jual maupun beli saham. Namun, sebelum pasar dimulai jam 09.00, terdapat dua sesi sebelum pembukaan, yaitu sesi pre-opening yang dimulai pukul 08:45-08:55. Dan sesi pra-opening yang dimulai pukul 08:55-08:59:59. Perhatikan tabel dibawah ini.

Berikut adalah sesi pre opening dan sesi pra opening di pasar reguler. Apa yang terjadi pada sesi pre-opening? Pada sesi pre opening inilah Anggota Bursa mulai memasukkan permintaan dan penawaran beli. Kalau saya istilahkan, pre opening adalah sesi persiapan menuju trading.

Sedangkan pada sesi pra-opening akan terjadi proses pembentukan harga pembukaan (opening). Pada sesi pra-opening pasar saham sudah buka, akan tetapi saham yangbergerak hanyalah saham2 LQ45 saja. Ingat, just LQ45. Mengapa demikian? Saya juga tidak tahu alasannya. Hal itu adalah ketentuan dari Bursa Efek Indonesia. Mungkin karena LQ45 adalah daftar saham2 paling likuid, jadi proses pembentukan permintaan dan penawaran saham2 LQ45 bisa dilakukan sesi pra-opening. 

Mungkin Anda seringkali menemukan beberapa saham yang harga closing tidak sama dengan harga opening. Mengapa bisa terjadi? Hal tersebut karena adanya sesi pra-opening. Perbedaan harga closing dengan harga opening hari berikutnya hanya berlaku untuk saham2 LQ45. 

Jika pada sesi pre-opening Anda melakukan order beli atau order jual, maka status order Anda adalah: Waiting. Ketika pasar sudah dibuka pukul 09.00, order Anda akan berubah menjadi Open. Jika order Anda sudah deal, maka statusnya akan menjadi Match. 

Setelah Anda memahami sesi pre-opening dan pra-pembukaan, di pasar saham ada juga yang namanya sesi pra-penutupan dan pasca-penutupan. Perhatikan tabel dibawah ini.



Pasar saham ketika memasuki jam 15:50 akan berhenti sebentar sampai pukul 16:05. Pada pukul 15:50-16:00, Anggota Bursa Efek akan mulai memasukkan permintaan dan penawaran. Kemudian setelahnya, sampai pukul 16:01-16:05, sistem akan memperjumpakan permintaan dan penawaran berdasarkan price priority dan time priority. Kalau Anda belum memahami price priority dan time priority, silahkan baca: Permintaan dan Penawaran (Bid-Offer) di Pasar Saham - Part I. Apa artinya? Artinya pada pukul 16:01-16:05, memperjumpakan disini maksudnya adalah akan terjadi proses pembentukan harga penutupan (closing). Inilah mengapa harga closing bisa terjadi, karena adanya sesi pra-penutupan tersebut. 

Setelah pukul 16:05 sampai dengan 16:15, pasar saham akan kembali berjalan dan Anda bisa trading. Sesi ini dinamakan dengan pasca penutupan. Akan tetapi perlu Anda pahami, pada sesi ini Anda hanya bisa trading di satu harga saja, yaitu harga penutupan. Kemudian, setelah jam 16:15 pasar saham tutup. Jadi sesungguhnya, pasar saham baru akan benar2 tutup pada pukul 16:15 bukan jam 16:00. 

PASAR TUNAI

Jam perdagangan di pasar tunai adalah sebagai berikut.



Jam perdagangan di pasar tunai hanya terdiri dari satu sesi saja. Tidak seperti di pasar reguler, dan pasar tunai tidak ada sesi pre-open maupun pra-open.

PASAR NEGOSIASI

Jam perdagangan di pasar negosiasi adalah sebagai berikut. Jam perdagangan di pasar negosiasi terditi dari 2 sesi. Jam perdagangannya hampir sama dengan pasar reguler. 

Itulah jam perdagangan di Bursa saham Indonesia. 

Catatan: Anda sebenarnya tidak terlalu perlu memperhatikan jam perdagangan pasar negosiasi dan pasar tunai, karena jika Anda membuka rekening saham dan kemudian trading, seluruh aktivitas jual beli saham Anda hampir pasti seluruhnya terjadi di pasar reguler. Jika Anda ingin melakukan aktivitas perdagangan di pasar tunai dan negosiasi, silahkan tanya ke broker Anda.

Penyelesaian Transaksi (Settlement) Pasar Saham Reguler

Jika Anda membeli saham PT Japfa Comfeed Tbk (JPFA) pada hari ini sebanyak 10 lot, pada saat kapan Anda bisa mendapat saham-nya JPFA?

"Pada hari itu juga" Jawab Anda.

Jika Anda berpikir demikian, maka jawaban Anda kurang tepat. Perlu Anda ketahui, di pasar saham reguler, proses penyelesaian transaksi adalah T+3. Apa artinya? Artinya ketika Anda membeli maupun menjual saham, maka uang dan barang Anda (saham) akan berpindah tangan 3 hari setelah transaksi. Termasuk juga, ketika Anda melakukan deposit (suntik dana) ke rekening saham Anda maupun ketika Anda ingin melakukan withdraw (penarikan dana ke ATM). Jika Anda belum memahami apa itu pasar reguler, silahkan baca pos: Pasar Reguler, Pasar Negosiasi dan Tunai di Bursa Saham.

Untuk memudahkan, saya berikan beberapa contoh mengenai proses penyelesaian transaksi di Bursa saham.

Contoh 1

Anda membeli saham MPPA dengan nominal sebanyak Rp5 juta pada hari ini tanggal 7 Juni 2016 (T+0). Maka, Anda harus membayar nominal 5 juta di hari ketiga (T+3), yaitu tanggal 10 Juni 2016. Jadi pada tanggal 10 Juni 2016, saham MPPA yang Anda beli akan masuk ke portofolio Anda, Anda dinyatakan memiliki saham MPPA, dan uang 5 juta Anda akan didebit dari account balance Anda (dibayarkan ke penjual saham tersebut).

Jika Anda ingin menjual saham MPPA pada tanggal 15 Juni 2016, maka prosesnya juga sama, yaitu T+3. Anda akan terima cash, dan saham MPPA akan didebit dari portofolio Anda pada tanggal 18 Juni 2016, bukan pada saat hari itu juga. Jadi, kalau Anda menjual saham hari ini, kemudian Anda melihat di portofolio ternyata saham Anda masih ada, Anda jangan kaget, karena seluruh proses penyelesaian di pasar reguler adalah setelah 3 hari kerja Bursa (T+3).

Contoh 2.

Anda membeli saham ADRO  tanggal 10 Juni 2016 dan hari itu adalah hari jumat, maka Anda akan menerima saham ADRO dan membayar cash, bukan pada tanggal 13 Juni, tetapi pada tanggal 15 Juni. Mengapa demikian? Hari sabtu dan minggu Bursa saham libur, jadi tanggal 11 dan 12 Juni tidak dihitung. Artinya, settlementnya tetap saja T+3. Demikian juga jika Anda ingin menjual saham.

Contoh 3.

Bagaimana jika Anda membeli dan menjual saham pada hari yang sama? Misalkan Anda membeli ITMG 10 lot, dan memutuskan menjual sahamnya 8 lot hari ini juga.  Bagaimana proses settlementya? 

Kurangkan saja jumlah beli dengan jual. Kalau Anda membeli 10 lot, kemudian menjual 8 lot, maka 3 hari kemudian Anda akan menerima saham sebanyak 2 lot (10 lot - 8 lot) di portofolio Anda.

Contoh 4

Anda Membeli LPKR sebanyak 100 lot seharga 4 juta dan menjual sebanyak 100 lot seharga 5 juta pada hari itu juga. Dalam hal ini, artinya dalam satu hari Anda untung sebesar 1 jtua. Maka proses penyelesaian transaksinya pada T+3, dana Anda akan langsung kembali  di account balance sebesar 5 juta (sudah ditambah dengan keuntungannya). Dengan kata lain, kalau Anda membeli saham 100 lot dan menjual 100 lot pada hari yang sama, maka pada 3 hari setelah Anda membeli dan menjual saham LPKR, Anda memiliki kewajiban untuk membayar 100 lot dan menerima kembali 100 lot LPKR yang Anda jual di hari yang sama.

Contoh 5

Ketika Anda sudah memiliki tabungan, Anda memutuskan untuk suntik dana ke rekening saham (Deposit) sebesar Rp5 juta. Tanggal 7 Juni 2016 Anda melakukan deposit dari ATM ke rekening saham Anda. Bagaimana proses transaksinya?

Proses transaksinya tetaplah T+3. Jadi, ketika Anda melakukan deposit tanggal 7 Juni, bukan berarti keesokan harinya Anda langsung bisa menggunakan dana 5 juta tersebut untuk trading. Tetapi, dana 5 juta tersebut akan masuk telebih dahulu ke Today Deposit. Pada tanggal 10 Juni , dana 5 juta Anda baru akan masuk ke menu Account Balance dan bisa Anda tradingkan. Jika Anda belum paham today deposit dan account balance, silahkan Anda baca pos: Tampilan Menu Saham Online

Demikian juga jika Anda ingin mengambil uang Anda dari rekening saham ke ATM (withdraw). Misalkan Anda ingin mengambil uang sebesar 10 juta ke ATM Anda. Uang Anda mungkin akan masuk ke ATM hanya satu hari setelah Anda tarik uangnya. Akan tetapi, cash Anda di account balance, baru akan berkurang sebesar uang yang Anda ambil (10 juta), tiga hari setelah Anda menarik uang Anda. 

$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$

Itulah penjelasan mengenai proses penyelesaian di pasar saham reguler. Meskipun proses settlement adalah T+3, namun Anda bisa menjual saham kapan saja. Hanya saja pada T+3, Anda harus membayar sejumlah uang yang Anda belikan saham, sekaligus menerima uang dari saham yang Anda jual tersebut. Di pasar saham, Anda memiliki kebebsan sebebas-bebasnya untuk membeli dan menjual saham kapanpun Anda mau. Jadi, waktu beli dan jual saham semua tergantung pada keputusan dan keinginan Anda sendiri. Proses penyelesaian di pasar reguler tetaplah T+3. Kini Anda sudah paham mengenai pasar reguler. 

Monday, June 13, 2016

Pasar Reguler, Pasar Negosiasi dan Tunai di Bursa Saham

Ketika Anda melakukan trading saham, ketika melihat harga saham bergerak, IHSG naik-turun, Anda membeli saham ini itu, Anda akan mengira bahwa transaksi saham yang terjadi hanya terdiri dari satu jenis pasar, yaitu pasar yang Anda lihat sehari-hari, yaitu pasar reguler.

Anda salah. 

Pasar saham tempat para trading dan investor melakukan aktivitas beli dan jual tidak hanya terdiri dari satu jenis pasar, tetapi terdiri dari pasar reguler dan pasar non-reguler. Pasar non-reguler dibagi lagi menjadi 2, yaitu: pasar negosiasi dan pasar tunai.

Ketiga pasar ini disebut sebagai pasar sekunder. Jadi, pasar sekunder terdiri dari: Pasar reguler, pasar negosiasi dan pasar tunai. Disebut sebagai pasar sekunder karena merupakan pasar dimana terjadinya aktivitas trading jual beli saham tanpa ada campur tangan dari pihak perusahaan. Pasar sekunder terjadi setelah pasar pertama (primer). Pasar primer adalah pasar pertama kalinya perusahaan melakukan Initial Public Offering (IPO) / pasar pertama di mana perusahaan ingin go public.

PASAR REGULER

Pasar reguler merupakan pasar utama tempat di mana para investor ritel, investor2 institusi, bandar, trader melakukan aktivitas jual beli saha Secm yang aktivitas beli dan jual didasarkan pada bid dan offer dengan satuan perdagangan 1 lot = 100 lembar saham. Jika Anda belum paham bid-offer, silahkan baca pos: Permintaan dan Penawaran (Bid-Offer) di Pasar Saham - Part I. Kalau Anda ingin membeli saham Waskita Karya, Anda melihat prospek perusahaan Jasa Marga sangat bagus, lalu Anda memutuskan beli sahamnya, maka Anda membelinya melalui pasar reguler. Secara umum, seluruh aktivitas jual beli saham terjadi di pasar reguler. Kalau Anda membaca pos2 saya di web, misalnya tentang Fraksi Harga, Auto Reject, Suspensi, Tampilan Software Saham Online dan lain-lain, maka semua pos saya tersebut mengacu pada pasar reguler. Perhatikan gambar dibawah ini.



Perhatikan yang saya beri lingkaran merah. Ketika Anda memilih saham untuk Anda tradingkan, Anda akan diberikan 3 pilihan pasar utama. Misalkan saya memilih saham Multipolar (MLPL), maka saya ketikkan kode MLPL akan muncul: MLPL'RG , MLPL'NG, MLPL'TN.

RG artinya Reguler.
NG artinya Negosiasi.
TN artinya tunai.

Jadi kalau Anda ingin membeli saham MLPL melalui platform online trading yang disediakan perusahaan sekuritas Anda, maka Anda harus memilih MLPL'RG, artinya Anda trading melalui pasar reguler. 



Perhatikan pula gambar sistem antrian bid-offer diatas. Perhatikan yang saya beri tandfa lingkaran merah tulisan ASRI'RG. RG menunjukkan kalau Anda sedang melakukan transaksi di pasar reguler. 

Bagaimana proses penyelesaian transaksi (settlement) di pasar reguler? Silahkan baca pos: Penyelesaian Transaksi (Settlement) Pasar Saham Reguler

PASAR NEGOSIASI


Pasar negosiasi memiliki kesamaan dengan pasar reguler, terjadi tawar menawar antara pihak pembeli dengan pihak penjual, akan tetapi transaksi pada pasar negosiasi tidak dilakukan di pasar Bursa Efek seperti pasar reguler, namun kegiatan perdagangan tetap diawasi oleh Bursa dan kegiatan negosiasi harus tetap mendapat persetujuan dari Bursa. 

Namanya juga negosiasi, pasar negosiasi tidak mengharuskan adanya aturan 1 lot = 100 lembar, dan tidak mengikuti aturan fraksi harga layaknya di pasar reguler. Trading di pasar negosiasi adalah kesepakatan dua belah pihak untuk membeli saham di harga tertentu (tidak mengikuti pasar reguler). Jadi, Anda yang tidak ikut dalam perjanjian di pasar negosiasi tidak bisa transaksi pada harga tersebut.  

PASAR TUNAI

Disebut juga sebagai pasar lelang (auction market). Perdagangan pasar tunai hampir sama dengan pasar reguler, yang membedakan hanyalah proses penyelesaian transaksi (settlement). Pasar reguler settlementnya adalah T+3 yang artinya 3 hari setelah transaksi, sedangkan di pasar tunai sistem pembayaran adalah T+0. Jadi, kalau Anda melakukan transaksi di pasar tunai, hari itu juga Anda akan mendapat cash jika menjual dan mendapat barang jika membeli (T+0).

Contoh perdagangan di pasar tunai adalah perdagangan right issue. Ketika Anda memperdagangkan right issue yang diterbitkan perusahaan, Anda bisa mentradingkan melalui pasar tunai.

Catatan: Anda sebenarnya tidak perlu memperhatikan pasar negosiasi dan pasar tunai, karena jika Anda membuka rekening saham dan kemudian trading, seluruh aktivitas jual beli saham Anda hampir pasti seluruhnya terjadi di pasar reguler. Saya sendiri belum pernah melakukan aktivitas trading, baik di pasar negosiasi maupun pasar tunai.

Bagaimana jika Anda ingin mencoba pasar negosiasi dan pasar tunai? Anda bisa tanyakan mekanismenya ke perusahaan sekuritas (broker) tempat Anda trading. 

Jika Anda sudah memahami perbedaan pasar reguler, pasar negosiasi dan pasar tunai, silahkan Anda baca pos: Jam Trading Bursa Saham Indonesia.