Thursday, October 20, 2016

Mengapa Saya Menghindari Saham SRIL?

Mengapa tiba2 saya tertarik menulis pos tentang saham SRIL? Apa yang menarik dari saham SRIL? Dan mengapa saya sekarang sangat menghindari saham ini?

Saham SRIL merupakan saham yang unik menurut saya, karena saham ini masuk dalam daftar LQ45 selama beberapa periode. Tapiiii... Saham ini kelihatannya saham gorengan dan tren saham SRIL terjun bebas (selama Juni - Agustus 2016, SRIL terus sideways kemudian turun lagi, dan sampai pos ini ditulis SRIL bertengger di harga 230-an). Perhatikan tren SRIL dibawah selama 1 tahun.


Padahal saham2 LQ45 pada umumnya, bukanlah saham gorengan, melainkan sebagian besar adalah saham2 blue chip yang punya kinerja ciamik. Dan Anda bisa lihat sendiri bahwa saham2 spt TLKM, BBCA, BBNI pergerakan harganya lebih mudah untuk dianalisis secara teknikal. Tapi, tidak dengan saham SRIL.

Pertengahan 2016 ketika daftar emiten LQ45 yang baru akan segera dirilis, saya berpikir kalau2 SRIL ini bakalan keluar dari LQ45.. Eh, ternyata masih masuk LQ45. Dan entah mengapa saham SRIL yang satu ini selalu diminati dan ditunggu-tunggu trader kalau2 saham ini rebound. 

"Terus kenapa Bung Heze nggak pernah mau trading di saham ini lagi?" Tanya Anda

Jawabannya, SRIL ini sering sekali memberikan sinyal palsu alias suka PHP. Saya sudah pernah 2 kali melakukan cut loss di saham SRIL. Dan sejak itu, saya menyimpulkan bahwa SRIL menurut pandangan saya kurang cocok dijadikan sebagai wadah trading yang aman. 

Salah satunya ketika saya membeli SRIL di harga 288 pada pertengahan tahun. Karena SRIL breakout saya beli, tapi alih2 naik, sahamnya langsung turun. Akhirnya saya cut loss di 280. Sekarang sampai saat pos ini ditulis, harga sahamnya sudah terjun sampai 228. Bisa Anda bayangkan kalau saya tidak cut loss sedini mungkin, berapa kerugian yang akan saya derita? Itulah mengapa cut loss itu sangat penting bagi pemain saham.

Bagaimana Bung Heze bisa tahu kalau SRIL sering PHP?

SRIL tidak bisa ditebak menggunakan analisis teknikal, karena SRIL menurut pandangan saya lebih dikuasai tangan2 bandar. SRIL seringkali bergerak sideways, kalau nggak sideways pasti turun terus. Dalam satu atau dua hari tertentu (yang tidak bisa Anda tebak), SRIL akan diangkat naik tinggi. Sehingga, SRIL terkesan sudah breakout dari tren sidewaysnya dan siap ditarik ke harga atas. 

Tapi, ketika tren terlihat breakout, ternyata SRIL tidak bisa melanjutkan kenaikannya lagi. Inilah yang dikatakan sebagai sinyal palsu (whipsaws). Whipsaws ini tidak hanya tejradi sekali. Perhatikan grafik SRIL dibawah. 



SRIL mengalami sideways (perhatikan tanda persegi). Setelah SRIL sideways, SRIL mengalami penguatan signifikan dan breakout diatas 280, sehingga SRIL membentuk long white marubozu, dan juga diiringi dengan volume sangat tinggi. Menurut analisis teknikal, pola saham seperti ini seharusnya siap untuk ditarik naik keatas.

Keesokan hari, SRIL ternyata hanya mampu naik hara high 288, dan setelah itu? Seperti yang Anda lihat di grafik SRIL terjun bebas sampai 230. 



Perhatikan lagi grafik SRIL dibawah. Pada tanda lingkaran pertama, SRIL mengalami breakout dari tren bearishnya,dan diikuti dengan volume besar. Ternyata SRIL tidak mampu melanjutkan kenaikannya, dan justru harga sahamnya malah turun. Perhatikan juga lingkaran kedua, dimana SRIL terlihat rebound dari support 220. SRIL terlihat meninggalkan level support dan bergerak naik diiringi volume besar, akan tetapi apa yang terjadi? SRIL malah turun lagi. 

Pola permainan bandar yang saya amati dari saham SRIL, kira2 seperti ini gambarannya (dilihat dari grafik): Pertama-tama, bandar akan menjatuhkan saham SRIL terlebih dahulu, atau dibuat sideways dalam kurun waktu agak lama, dengan tujuan agar trader bisa membuat saham ini breakout dari tren sideways untuk menarik perhatian trader lain. 

Ketika akan menggoreng SRIL, bandar memberikan "sinyal" agar trader dengan cara menaikkan harga sahamnya sampai breakout, dan naik tinggi. Hal ini bertujuan memancing trader2 lain masuk untuk ikut akumulasi saham SRIL. Ketika harga SRIL sudah terbang tinggi dan breakout, dan trader2 sudah pada membeli SRIL di harga atas, barulah bandar melakukan aksi jual (distribusi) perlahan tapi pasti. 

Jadi, yang saya amati selama ini, aksi distribusi yang dilakukan bandar tidak dilakukan secara besar2-an, namun dilakukan secara perlahan. Itulah sebabnya kalau Anda lihat grafik SRIL, grafiknya terlihat fine2 saja (hanya mungkin yang kurang enak dipandang mata, trennya saja yang turun terus). Dan berhubung SRIL ini juga masih banyak peminatnya, maka spread bid-offer SRIL masih terlihat normal (penuh). 

Yaaaa tapi siapa tahu sewaktu-waktu SRIL ditarik naik keatas lagi sampai tembus diatas 300. Saya sekarang sudah nggak pernah pegang saham ini lagi, hanya mengamati gerak-gerik permainan bandar di saham ini. Kalau sewaktu-waktu SRIL ditarik naik sampai diatas 300,  saya yakin rekan2 trader banyak yang lega, karena banyak rekan2 trader yang nyangkut di 300-an. 

Wednesday, October 19, 2016

Arti dan Ilustrasi Kurs Beli dan Kurs Jual

Pagi hari sebelum jam trading, kalau Anda ngopi sambil baca2  berita ekonomi, maka berita ekonomi akan selalu menyajikan kurs beli dan kurs jual. Omong2 soal kurs beli dan kurs jual, apakah Anda sudah tahu cara membaca kurs beli dan kurs jual? Dan apa pengaruhnya ke perekonomian Indonesia? Dan apa pula pengaruhnya ke harga saham? Silahkan baca pos ini sampai habis.  

Kurs beli = Kurs yang digunakan pada saat pihak bank membeli mata uang asing (Saat Anda menjual  mata uang asing).

Kurs jual = Kurs yang digunakan pada saat pihak bank menjual mata uang asing (Saat Anda menjual  mata uang asing).

Kurs tengah = Rata2 kurs beli dan kurs jual

Jadi, untuk memudahkan supaya Anda lebih cepat paham, maka kurs beli dan jual dilihat dari sisi bank. Kalau kurs beli, berarti bank yang beli mata uang asing (masyarakat jual). Kalau kurs jual, berarti bank yang jual mata uang asing (masyarakat beli).

ILUSTRASI (Saya menggunakan ilustrasi kurs Rupiah terhadap USD)

Kurs beli = Rp12.800
Kurs jual = Rp13.000

Cara membaca kurs diatas: Perbankan membeli Rp12.800 uang Anda untuk senilai 1 Dollar (USD). Sedangkan perbankan akan menjual 1 USD senilai Rp13.000. 

Kalau Anda perhatikan, kurs jual selalu lebih besar daripada kurs beli. Hal ini adalah keuntungan yang diperoleh pihak bank. Itulah kenapa kurs jual selalu > kurs beli. Jadi jika mengacu contoh diatas, maka ada selisih kurs jual dengan kurs beli sebesar Rp200. Rp200 inilah yang menjadi keuntungan bank. Kurs jual ditetapkan lebih tinggi ketimbang kurs beli dengan tujuan agar perbankan dan tempat pertukaran uang (money changer) mendapat keuntungan lebih besar dari transaksi jual mata uang asing dibandingkan transaksi beli. 

Pada saat apa kurs beli dan jual digunakan?

Kurs beli digunakan saat Anda mendapatkan uang / penghasilan apapun dari luar negeri dan Anda ingin menukarkan menjadi Rupiah.  Kurs jual digunakan saat Anda ingin menukarkan Rupiah untuk mendapatkan Dollar, saat Anda membeli barang dari luar negeri. 

Contoh Penggunaan Kurs Beli dan Jual 

Perhitungan Penggunaan Kurs Jual

Misalnya, Anda ingin membeli barang dalam mata uang USD sebesar $20, maka Anda harus membeli Dollar terlebih dahulu, menggunakan kurs jual (bukan kurs beli, jangan terbalik). Maka jika mengacu pada contoh diatas, Anda harus mengeluarkan uang dalam Rupiah sebesar: Rp13.000 x 20 = Rp260.000, untuk ditukarkan menjadi mata uang USD (260.000:13.000= @20). .

Perhitungan Penggunaan Kurs Beli

Misalnya, Anda mendapatkan penghasilan online shop dari luar negeri sebesar $100 dan Anda ingin menukarkannya menjadi  Rupiah. Maka yang Anda gunakan disini adalah kurs beli (bukan kurs jual, jangan terbalik). Jika mengacu contoh diatas, maka Anda akan mendapatkan uang rupiah sebesar $100 x Rp12.800 = Rp1.280.000

Itulah pemahaman mengenai kurs beli dan kurs jual mata uang asing. Masuk ke tahap berikutnya: Apa gunanya Anda mengetahui posisi kurs beli dan kurs jual (terutama bagi pengusaha)? Apa pula pengaruhnya ke perekonomian Indonesia? Bagaimana pengaruh penguatan dan pelemahan kurs? Dan apa pengaruhnya ke pasar modal (harga saham)? Baca pos: Nilai Tukar Rupiah Terhadap Sektor Usaha. 

Tuesday, October 18, 2016

Trading Saham LQ45, Pasti Untung?

Saham2 LQ45 adalah daftar 45 saham yang paling likuid di Bursa Efek. Saham2 LQ45 rata2 bukan hanya saham2 yang likuid, tetapi dari sisi kinerja fundamental saham2 tersebut selalu menjadi pemimpin industri pasarnya masing2. Itulah alasan mengapa saham2 Indeks Kompas 100 banyak yang sama dengan saham2 LQ45. Saham2 LQ45 biasanya adalah saham2 yang perusahaannya sudah dikenal publik secara luas. 

Contohnya, Indofood. Siapa yang nggak tahu Indofood? Atau Unilever. Saya yakin sebagian besar masyarakat Indonesia pasti pernah menggunakan produk2 Unilever. 

Biasanya, seorang trader pemula kalau ditanya beli saham apa? Jawabannya, beli saham JSMR. Kalau ditanya kenapa beli saham JSMR? Jawabannya, karena perusahaannya bagus. Atau saya sering mendegar statement dari trader: Kalau trading, mending saham LQ45, pasti cuan. Saya sendiri nggak yakin apakah trader yang bicara seperti itu bisa cuan terus tanpa pernah cut loss.

Saya mengakui bahwa trading di saham LQ45 memberikan RASA AMAN, tetapi sama sekali nggak menjamin 100% untung. Mengapa lebih aman? Jika Anda memiliki saham, dan saham Anda nyangkut, lebih aman mana nyangkut di saham TLKM atau nyangkut di saham TRAM? Tentu saja lebih aman jika modal Anda nyangkut di TLKM, karena TLKM adalah salah satu perusahaan yang memiliki kapitalisasi pasar terbesar. 

Tapi tetap saja tidak ada jaminan cuan trading di saham LQ45. Harus Anda pahami bahwa seorang teknikalis trading dengan memanfaatkan momentum. Jadi, kalau momentumnya nggak pas, ya tetap saja Anda bisa rugi.    

Anggapan2 trader yang mengatakan bahwa trading di perusahaan2 bagus dan likuid pasti untung, membuat keputusan trader menjadi kurang objektif, dan cenderung mengabaikan momentum. Kenyataannya, banyak trader yang nyangkut di saham2 LQ45 dan blue chip, seperti JSMR, AALI, ASII. Hal ini dikarenakan momen (timing beli) mereka tidak tepat. 

Jadi, mulai sekarang hilangkanlah anggapan bahwa trading di saham LQ45, saham blue chip, saham2 bagus dan terkenal Anda pasti bisa untung. Anda bisa untung kalau momentum (beli dan jual) Anda tepat, dan Anda mampu mengatur psikologis Anda dengan baik. Cara memprediksi harga saham yang tepat, dan belajar psikologis investor saya rangkum dalam satu materi. Silahkan baca disini: Buku Saham. 

Saturday, October 15, 2016

Mengatasi Sikap Latah Trader

Anda suka mangkir di forum2 saham? Anda suka baca2 berita pasar modal? Anda suka baca2 rekomendasi saham di grup Facebook? Anda suka ikut2an gathering? Hal2 inilah yang menyebabkan trader jadi suka latah. Saya bilang latah lho ya, bukan menyalahkan forum, berita, acara gathering. Tidak percaya?

Saya ambil contoh: Forum saham. Forum saham banyak sekali diminati trader, karena di dalam forum tersebut biasanya terdapat rekomendasi saham dari "para pakar" yang biasa mereka sebut sebagai "suhu", "master" atau apalah namanya. Saya sering mengamati, ternyata rekomendasi2 yang diberikan seringkali saham2 yang tidak likuid, notabene saham gorengan. 

Biasanya, yang direkomendasikan adalah saham2 gorengan yang sedang hangat2nya digoreng bandar. Saham2 seperti ini kan berpotensi menjebak trader, kalau mereka nggak tahu ritme permainan bandar. Tapi, masih banyak trader yang mengikuti saran2 untuk beli saham tersebut (latah). 

Contoh lainnya: berita pasar modal. Setiap ada isu yang masih belum bisa dipastikan kebenarannya, atau ada pengumuman tertentu yang berdampak positif bagi perusahaan, trader langsung beli sahamnya. Padahal, informasi2 tersebut belum tentu menaikkan harga saham perusahaan. Sikap latah trader inilah yang pada akhirnya membawa trader pada keputusan2 trading yang kurang bijaksana. Sudahkah Anda baca pos: Seberapa Akurat Rekomendasi Para Analis?

Cara mengatasi sikap latah trader adalah dengan cara memiliki trading plan dan watchlist saham. Watchlist saham adalah saham2 pilihan trader. Jadi, trader hanya memantau beberapa saham tertentu, dan hanya saham2 itu saja yang ditradingkan. Untuk lebih jelasnya, silahkan baca: Menetapkan Saham Pilihan Trading. Baca juga: Trader Harus Punya Saham Pilihan. 

Watchlist adalah bagian dari trading plan. Ketika Anda memiliki watchlist, Anda akan memiliki perencanaan trading yang lebih baik. Dengan adanya watchlist dan trading plan, Anda tidak akan mudah menjadi trader2 latah. Nah, bagaimana cara membuat trading plan dan menentukan watchlist saham dalam trading plan? Saya membahas secara lengkap cara membuat trading plan disini: Buku Saham

Sekali lagi, saya tidak menyalahkan keberadaan forum2 saham, ataupun berita2 pasar modal. Sangat baik apabila Anda bergabung melalui forum saham. Anda bisa menambah ilmu dari sana. Sangat baik pula jika Anda membaca berita2 pasar modal. Toh, saya sendiri mulai jam 08.00 sebelum market pre-open pukul 08.55 sudah mulai baca2 berita pasar modal. 

Namun, Anda jangan pernah menjadikan rekomendasi atau berita sebagai bahan pertimbangan utama Anda (ditelan mentah-mentah). 

Manajemen Withdraw dalam Trading

Judul diatas mungkin kurang menarik buat Anda. Kalau trading kan biasanya membahas cara dapat profit. Lha ini kok malah membahas tentang withdraw (WD). Coba Anda baca dulu sampai habis, Anda pasti akan paham makna pos ini. 

Justru hal2 yang "kurang menarik" inilah yang membuat trader menyepelehkannya. Faktanya, banyak sekali trader yang sudah bisa dapat profit, tetapi profit tersebut hilang dalam sekejap mata, hanya karena mereka tidak mempunyai manajemen WD yang baik.   

[Catatan: WD di pasar saham ada 2 makna. Pertama, membatalkan orderan. Kedua, tarik dana (profit) dari rekening investor ke rekening ATM]. WD yang dimaksud di pos ini adalah tarik dana ke rekening ATM. 

Yang sering saya temui, trader sudah dapat profit berlipat justru tidak bisa menikmati hasil keuntungannya tersebut, karena tidak memiliki manajemen WD yang baik. Trader yang sudah mendapatkan keuntungan besar seringkali memiliki kecenderungan menggunakan profitnya untuk ditradingkan kembali. Harapannya, dengan tambahan profit yang dimiliki maka modal semakin besar, sehingga keuntungan yang didapat juga semakin besar. 

Ternyata anggapan ini salah. Trader yang mengharapkan hal demikian inilah menunjukkan sifat RAKUS dari seorang trader. Sifat rakus dan tidak bisa mengendalikan diri inilah yang akhirnya justru menjebak trader pada kerugian. Profit yang sudah susah2 didapatkan hilang sekejap mata ditelan kerugian. 

Saya pribadi pernah mengalami bagaimana profit yang sudah saya dapatkan selama 6 bulan, hanya dihapus dengan kerugian 2 transaksi saham saja. Tepatnya pada saat 6 bulan pertama saya trading di pasar modal, saya bisa mendapatkan return 30% lebih. Karena tidak ingin WD dan ingin agar profit tersebut saya tradingkan lagi (saat itu saya memang ingin dapat keuntungan yang terus lebih besar), akhirnya saya kelewat batas membeli saham, dan portofolio saya minus. 

Cut loss yang saya lakukan menghapus semua keuntungan yang sudah saya dapatkan dalam 6 bulan. Untungnya, yang hilang hanya profit saja, bukan modal trading. Tapi yaaa... Tetap aja terasa nyesek sekali. Coba Anda bayangkan, keuntungan 6 bulan hanya dihapus dengan kerugian 2 transaksi. 

Itulah salah satu pengalaman saya. Ternyata memiliki manajemen WD yang baik itu sangat sangat diperlukan. 

"Lalu, bagaimana solusinya Bung Heze?" Tanya Anda

Ada 3 cara untuk melakukan manajemen WD yang baik yang saya sarankan pada Anda. 

Pertama. Lakukan WD setiap sebulan sekali. Jadi, berapapun profit yang Anda dapatkan dalam sebulan, Anda harus WD. Saya menyarankan WD JANGAN LEBIH DARI SATU BULAN. Misalnya, dalam sebulan Anda profit Rp10 juta. Anda menunggu bulan depan lagi untuk kalkulasi profit selama 2 bulan baru Anda WD. Saya tidak menyarankan, karena Anda bisa tergoda untuk menggunakan hasil profit tersebut. WD-lah secepat mungkin. 

Kedua. Lakukan WD  setiap mendapatkan jumlah profit tertentu, tidak harus menunggu satu bulan. Misalnya, Anda memutuskan akan WD kalau profit sudah 6 juta. Dalam  7 hari trading, Anda mendapatkan profit Rp6 juta. Maka, Anda harus lakukan WD sebesar jumlah yang Anda tetapkan. Aturannya tetap sama, WD tidak boleh dilakukan diatas satu bulan (maksimal satu bulan). Cara ini yang biasa saya lakukan.

Ketiga. WD sebesar sekian persen dari keuntungan Anda. Bagi Anda yang ingin suntik modal dari profit Anda, sah2 saja. Tetapi, Anda harus memanajemen WD Anda. Caranya, dengan menyisihkan profit Anda untuk WD (dinikmati) dan sisanya diinvestasikan kembali. Misalnya, 30% dari profit Anda, Anda WD ke rekening, sisanya 70% diinvestasikan kembali. Cara ini membuat Anda lebih teratur dalam memanajemen profit yang sudah Anda dapatkan. 

Itulah pentingnya manajemen WD.

Perlu Anda ingat: Pasar modal menghukum orang-orang yang memiliki sifat SERAKAH dan RAKUS. Salah satu sifat ini ditunjukkan dengan tidak adanya manajemen WD yang baik (trader ingin terus menggunakan profitnya untuk ditradingkan bukan untuk dinikmati, dengan harapan akan menghasilkan profit yang lebih besar).

Friday, October 14, 2016

Waktu Terbaik Berhenti (Rest) Trading Saham

Trading saham sangat berkaitan erat dengan psikologis trader. Ketika Anda berbicara soal trading, Anda tidak hanya berbicara mengenai beli dan jual saham. Seorang trader yang dalam kondisi psikologis baik akan lebih mudah mendapatkan profit dibandingkan trader yang sedang dalam kondisi psikologis kurang baik, meskipun kondisi pasar dalam keadaan bullish. Apakah Anda juga pernah mengalami hal tersebut?

Jika kondisi Anda dalam kondisi psikologis yang kurang baik, maka Anda saya sarankan untuk berhenti (baca: istirahat / rest) dari trading.

Tapiii... Kondisi psikologis yang kurang baik itu yang seperti apa? 

Anda harusnya berhenti trading jika terjadi tiga kondisi berikut: Pertama, ketika Anda mengalami rugi besar (yang secara psikologis mengganggu Anda). Kedua, ketika Anda mendapatkan profit yang besar. Ketiga, mood sedang jelek

Kondisi pertama: Ketika Anda mengalami rugi besar.

Ketika Anda rugi, dengan catatan kerugian tersebut mempengaruhi kondisi psikologis Anda, maka Anda harus istirahat dari trading. Kerugian yang seperti apa yang mempengaruhi kondisi psikologis Anda? Hanya Anda yang tahu jawabnya.

Rasa2nya, kalau modal Anda 100 juta menjadi 50 juta, pasti akan berpengaruh ke kondisi psikologis Anda. Tapi saran saya, kalau Anda sudah rugi sebesar 10%, maka Anda harus istirahat dahulu. Jangan memaksakan trading. Karena ketika Anda rugi, maka pikiran Anda akan cenderung kurang tenang, sehingga keputusan trading Anda bisa2 menjadi tidak objektif dan hanya terpaku untuk membalas kerugian yang ada. 

Faktanya, banyak banget trader yang ketika rugi besar, malah trading terus. Akhirnya, bukannya kerugian yang berubah jadi keuntungan, tetapi kerugian yang ada bertambah jadi lebih besar.  

Kondisi kedua: ketika Anda mendapatkan profit besar. 

Kalau Anda baca lagi kondisi kedua, saya yakin Anda bakalan protes sama saya. 

Kondisi untung kok malah disuruh berhenti trading? 


Mengapa kok dalam kondisi profit besar Anda juga harus istirahat trading? 

Kondisi profit besar berpotensi membuat seseorang untuk menjadi SERAKAH (greedy). Kalau sudah serakah, trader biasanya akan kehilangan objektivitasnya dalam analisis. Trader cenderung ingin terus mengejar profit. Inilah alasan mengapa banyak trader yang sudah profit, tiba2 berbalik lagi portofolionya jadi rugi dan dipenuhi saham2 nyangkut.

Kalau saya mengumpamakan dengan perumpamaan hidup, maka dalam kehidupan ujian yang sebenarnya bukan hanya terjadi saat Anda sedang susah (rugi dalam trading). Tetapi ujian juga datang saat Anda sedang kaya dan berkelimpahan (profit dalam trading). Karena pada saat seseorang menjadi kaya, biasanya akan ada kecenderungan untuk foya2, sombong, konsumerisme, materialistis dan lain2. 

Demikian juga dengan ketika trader mendapat profit besar, akan ada kecenderungan untuk menjadi euforia, egois, nafsu, ingin terus mengejar profit yang lebih besar. Nah, untuk menekan keinginan2 negatif ini, maka trader harus istirahat dari trading. Istirahat ini ditujukan agar Anda psikologis Anda lebih stabil, dan euforia Anda berkurang. 

Kalau sudah profit, cobalah untuk melakukan aktivitas2 lainnya yang menyenangkan untuk Anda. Baca buku, nonton movie, travelling, pergi main bola....... Pokoknya lupakan dahulu lah soal trading.  

Kondisi ketiga: Anda tidak rugi, tetapi Anda sedang dalam masalah

Ketika Anda mengalami masalah pribadi, sedang marah atau bahkan gembira berlebihan. atau Anda sedang bad mood Anda harus istirahat dahulu, meskipun mungkin Anda tidak sedang dalam kondisi rugi (loss). Kondisi2 inilah yang dapat mempengaruhi objektivitas Anda dalam mengambil keputusan trading. 

Pertanyaan selanjutnya: Berhenti trading ini sampai berapa lama? 1 hari? 4 hari? 1 minggu? 1 bulan? 3 bulan?

Hanya Anda yang tahu jawabnya. Intinya, kalau Anda sedang mengalami ketiga kondisi diatas Anda harus istirahat dari trading, untuk memulihkan kondisi psikologis Anda.

CARA LAIN: Waktu terbaik berhenti trading terkadang tidak harus dilakukan dengan istirahat. Maksudnya? Maksud saya, "berhenti" trading bisa dilakukan dengan cara mengurangi size (jumlah lot) trading secara signifikan (dilakukan ketika Anda sedang dalam posisi rugi). Misalnya, Anda biasanya trading dengan junlah lot besar. Ketika Anda rugi, Anda tetap trading tetapi dengan jumlah lot yang sangat kecil. 5 lot, 7 lot, 10 lot. 12 lot.

Tujuannya adalah untuk mengembalikan mental trading dan kepercayaan diri Anda. Hal inilah yang saya lakukan ketika pasar saham crash tahun 2015, yaitu mengurangi jumlah lot trading secara signifikan. Perlahan tapi pasti, saya bisa membalikkan kerugian besar menjadi BEP. 

So, kesuksesan Anda dalam trading sangat berkaitan dengan psikologis itu sendiri. Kehebatan analisis teknikal Anda, tidak sebanding dibandingkan dengan kemampuan mengelola psikologis. Sehebat apapun analisis Anda, tapi Anda tidak bisa mengatur psikologis, maka karir trading Anda tidak akan bertahan lama. 

Sunday, October 09, 2016

Buku Rekomendasi Trading dan Belajar Saham

Jika Anda mencari buku (ebook) rekomendasi untuk trading dan belajar saham, saya merekomendasikan buku belajar saham di website Saham Gain. Materi  ebook sudah saya bahas lengkap di halaman: Buku Saham. Anda bisa membacanya kembali. Jika Anda ingin lihat cover ebook, berikut covernya (terdiri dari 2 jilid ebook) (Klik gambar untuk memperbesar).



Buku trading dan belajar saham di web Saham Gain, saya buat berdasarkan kebutuhan para pemain saham, baik calon pemain saham, para pemain saham pemula, sampai pemain saham expert. Semua materi tentang saham, trading, psikologi investor, trading plan dan investasi, saya susun LENGKAP dalam satu ebook berjumlah 315 halaman (Kertas A4, jumlah halaman bisa bertambah terus, jika ada free update konten). Jadi, Anda tidak perlu cari buku saham dengan materi yang terpisah-pisah. 

Perlu Anda Ingat 1 hal:

Ebook Saham Gain ini bukan panduan cara cepat, instan dan besar dalam menghasilkan profit. Jika Anda ingin dapat profit besar dan konsisten, yang Anda perlukan adalah jam terbang. Ingat pepatah: Tidak ada sukses dibangun dalam semalam.

Ebook ini mengajarkan banyak strategi cuan dari trading. Ebook ini banyak mengajarkan cara trading yang benar (berdasarkan psikologi dan mindset yang benar). Logikanya, bagaimana mungkin Anda bisa mendapat profit berlipat dari pasar saham, padahal Anda tidak tahu cara trading yang benar?

Jika Anda ingin memesan, berikut cara pesannya:

1. Pembayaran dan pemesanan (melalui BCA atau BRI)
- BCA = 440 - 1315378
- BRI = 0172 - 01 - 044985 - 50 - 8
Atas nama: El Hezekiah Sabbat
Harga ebook: Rp135.000

2. Setelah melakukan pembayaran, harap konfirmasi ke email: suksesbelajarsaham@gmail.com. Dan jangan lupa, sertakan screen shoot bukti pembayaran. 

3. Jika memiliki pertanyaan tentang ebook, anda bisa kontak langsung melalui WA saya: 087859520042.  

Keuntungan yang Anda dapatkan dari Ebook Saham Gain: 

- Anda bisa mendapatkan FREE UPDATE KONTEN dari saya. Maksudnya gimana Bung Heze?

Jika Anda sudah pernah membeli ebook, dan saya menerbitkan bab baru dalam ebook, maka Anda bisa mendapatkan ebook secara gratis. Jadi, Anda tidak perlu membayar biaya tambahan. Ibarat saya menerbitkan buku edisi 1 dan kemudian edisi 2 (edisi revisi / update), tetapi Anda bisa mendapatkan edisi updatenya secara FREE. 

- Anda tidak usah mencari buku tentang psikologis investor, analisis teknikal, analisis fundamental, belajar saham pemula. Karena semua materi yang dibutuhkan oleh trader dan investor, sudah saya sediakan dalam satu ebook. Coba Anda cari buku tentang pasar saham, kebanyakan menyajikan materi secara terpisah (buku psikologi investor sendiri, buku belajar saham pemula sendiri, buku analisis teknikal sendiri). 

- Anda bisa konsultasi dengan saya (melalui email: suksesbelajarsaham@gmail.com). Jika anda ada pertanyaan tentang saham tertentu, atau trading plan yang ingin anda jalankan, anda bisa bertanya dan diskusi melalui email.